NASIONAL

Ukurannya Raksasa, ‘Buaya Siluman’ di Babel Dikafani Sebelum Dikubur

WARTA NEWS – Video seekor buaya raksasa diarak warga menggunakan buldoser viral di media sosial (medsos). Rekaman video berdurasi 19 detik itu memperlihatkan buaya berbobot 500 kg tengah diangkut menggunakan buldoser.

Terlihat juga sejumlah warga dengan menggunakan sepeda motor mengiringi alat berat itu saat mengangkut buaya tersebut. Buaya tersebut diperkirakan memiliki panjang 4,8 meter.

Dibantu oleh pawang, buaya raksasa itu ditangkap warga pada Senin (3/8/2020), di Pulau Bangka, Desa Kayu Besi, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka Belitung (Babel), setelah beberapa kali berusaha menerkam warga saat memancing.

“Benar, itu buaya yang ditangkap warga pada Senin (3/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Lokasinya di Sungai Kayubesi,” kata Junaidi, Sekretaris Desa Kayubesi Junaidi, seperti dikutip detikcom, Kamis (6/8/2020).

Menurutnya, buaya itu ditangkap karena kerap mengganggu warga saat memancing di alur Sungai Kayubesi. Buaya raksasa itu ditangkap dengan cara dipancing menggunakan seekor monyet.

“Warga menyakini buaya raksasa itu merupakan buaya siluman. Itu buaya peliharaan (siluman). Kalau buaya yang bersalah, dipanggil dengan ritual khusus lalu memakan pancing. Bagi yang tidak bersalah, tidak akan kena walau dipancing,” jelasnya.

Warga meyakini hewan buas itu buaya siluman. Karena itu, saat buaya mati pun digelar ritual khusus.

“Penguburan terpisah antara badan dan kepalanya. Karena buaya siluman, jadi harus terpisah, kepalanya dikafani, ditakutkan hidup kembali. Sebelum pemotongan, juga ada ritual khusus,” sambung Junaidi.

Sementara itu, Kepala BKSDA Bangka Belitung, Septian Wiguna mengatakan bahwa, setelah mendapat informasi tersebut, pihaknya berencana melakukan evakuasi.

“Namun menurut Sekdes, ada aturan adat atau kepercayaan setempat bahwa buaya tersebut tidak boleh dievakuasi karena dipercaya akan memberikan musibah. Ini kasus kedua setelah sebelumnya pada 2016, pihak BKSDA juga ditolak untuk mengevakuasi buaya,” ungkap Septian.

“Kami menghimbau masyarakat untuk membiarkan buaya hidup di habitatnya sendiri. Apabila terpaksa ditangkap, diimbau untuk berkoordinasi terlebih dahulu dengan kami BKSDA agar dapat diantisipasi langkah-langkah penyelamatan buaya sehingga tidak terjadi kematian buaya,” tutup Septian. (Idn/WN)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
41
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close