DAERAH

Keluhkan Perda Hewan Lepas, Warga Sebut Satpol PP Pohuwato Tidak Ada Power, Wisnu : Kami Bingung

Keluhkan Perda Hewan Lepas, Warga Sebut Satpol PP Pohuwato Tidak Ada Power, Wisnu : Kami Bingung

WARTA NEWS – Kondisi di tubuh Dinas Satpol PP Pohuwato perlu dipertanyakan. Sejatinya Satpol PP menjadi garda terdepan penegakan Peraturan Daerah (Perda), justru dinilai lemah oleh masyarakat.

Dari sekian banyak Perda milik Pemerintah Daerah Pohuwato, beberapa diantaranya tak lagi berjalan semestinya. Kendati, dibalik pelaksanaannya, Perda-perda tersebut memiliki anggaran yang tidak sedikit.

Katakanlah Perda Penertiban Hewan Ternak. Jangankan di luar pusat kota yang harusnya menjadi atensi Satpol PP, di dalam pusat kota kabupaten pun, hewan ternak bebas berkeliaran tanpa adanya penertiban.

Padahal jelas-jelas, hewan ternak dimaksud telah diatur dalam Perda Nomor 7 Tahun 2013. Di mana, pada Bab IV, pasal 9 sampai dengan pasal 12, Satpol PP wajib menertibkan hewan ternak yang terlepas atau sengaja dilepas oleh pemiliknya. Namun sepanjang tahun 2020, Perda Hewan Ternak tak lagi berjalan semestinya.

Akibatnya, masyarakat pun mengeluh dengan kondisi yang ada “Satpol PP ini kerjanya apa. Di jalanan kawasan perkantoran, banyak sekali hewan lepas. Kambing dan sapi berkeliaran di jalanan. Selain merusak tanaman yang ada seperti bunga dan tanaman lainnya, ini juga sangat membahayakan pengguna jalan. Kenapa tidak ditertibkan,” kata Hasan Saliko, salah satu pengemudi Bentor yang sering mengantar jemput penumpangnya di kawasan Blok Plan perkantoran marisa.

Sapi milik warga yang diikat di papan informasi di kawasan Blok Plan Perkantoran Marisa. (Istimewa)

“Satpol skarang so tidak rupa Satpol dulu. Tidak ada power. Kami minta pak Bupati tolong diperhatikan kondisi ini,” ujar Hasan singkat.

Ditempat terpisah, Wisnu T. Abdullah, Kasie Penegakan Perda Dinas Satpol PP mengaku, bahwa pihaknya bingung dengan kondisi yang ada. “Kami bingung dengan kondisi yang ada di Satpol PP pak. Seolah kami tidak terpakai lagi. Sebab kami tidak pernah tahu dan dilibatkan di setiap agenda Satpol. Padahal anggaran untuk Satpol PP di tahun 2020 itu lebih dari 6 milyar rupiah. Jadi kalau tanya kenapa Perda Hewan Ternak tidak lagi berjalan, silahkan tanya ke Pak Kadis,” beber Wisnu.

Sementara itu, Kepala Dinas Satpol PP Pohuwato, Sumitro Monoarfa, masih sulit ditemui untuk dimintakan kejelasannya. Baik melalui telpon maupun datang langsung ke kantornya. (WN/Lan)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
261
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close