DAERAH

Ini Langkah Cepat Pemda Pohuwato Atasi Persoalan Pasutri di Marisa yang Tinggal di Gubuk

WARTA NEWS – Pemerintah Kabupaten Pohuwato, mengambil langkah cepat menangani keberadaan salah satu pasangan suami istri di Kecamatan Marisa, yang diketahui tinggal di sebuah gubuk.

Hal itu dibuktikan dengan telah dikerahkannya sejumlah OPD terkait seperti Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas Perkim, dan Dinas Kesehatan pada Rabu (16/9/2020).

Bupati Pohuwato, Syaruf Mbuinga, melalui Penjabat Sekretaris Daerah, Iskandar Datau menyampaikan bahwa, hari ini pemerintah akan segera melakukan evakuasi.

“Hari ini ada Dinas Perkim, Pendidikan, Sosial, dan Kesehatan sudah turun. Untuk tempat tinggal, hari ini juga mereka akan dipindahkan ke Rusunawa SYAH untuk sementara waktu, sambil tahun depan kita akan berikan rumah melalui program rumah komjnal. Untuk pendidikan juga demikian, anaknya yang dua orang itu akan disekolahkan kembali,” ungkap Iskandar.

Kadis Perkim saat turun melihat kondisi warga yang tinggal di gubuk di Desa Marisa Utara.

“Semua kebutuhan Insya Allah akan ditanggulangi oleh Dinas Sosial seperti perkakas rumah tangga, bahan makanan dan lainnya. Sementara untuk Dinas Kesehatan, itu akan ada jaminan kesehatan yang diberikan, berhubung ibu itu tengah hamil 4 bulan,” terng Iskandar menambahkan.

Baca berita terkait : Soal Warga Miskin yang Tinggal di Gubuk, Ini Janji Pemdes Marisa Utara

Pihaknya berharap, kedepan pihak pemerintah desa dapat lebih jeli dan teliti melakukan pendataan di tingkat desa, agar tidak terjadi lagi miss data.

Diberitakan sebelumnya, pasangan suami istri (Pasutri) di Desa Marisa Utara, Kecamatan Marisa, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo, hidup dalam kondisi yang memprihatinkan.

Sang suami Didin Lause (32) dan Istri Rostin Apane (26), bersama kedua anaknya, tinggal di sebuah gubuk berukuran 2×3 meter, yang kondisinya jauh dari kata layak.

Sejumlah OPD (Dinsos,Perkim,Dikes hingga Dinas Pendidikan) turun langsung melihat kondisi warga Marisa yang tinggal di gubuk.

Mereka diketahui tinggal di gubuk tersebut sudah sekitar 2 minggu. Di mana sebelumnya, mereka sempat ke luar daerah selama 8 bulan untuk mencari pekerjaan hingga akhirnya kembali lagi.

“Kedua anak saya ini tidak sekolah. Kalau yang kaka pernah sekolah hanya sampai kelas 2 SD, yang adik belum sekolah. Usianya 8 tahun,” ujar Didin.

Baca berita terkait : (Video) Kondisinya Memprihatinkan, Sepasang Suami Istri di Pohuwato Nyaris Tak Tersentuh Bantuan

Bahkan untuk makan sehari-hari, keluarga ini mengaku makan apa saja yang bisa mereka makan. Kendati, kondisi sang istri (Rostin Apane) tengah hamil 4 bulan.

“Apa saja pak yang ada. Kalau tidak ada yang dimakan ya kami bersabar. Sehari makan sekali saja kami sudah sangat bersyukur,” ungkap Didin. (Lan)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
361

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close