DAERAHPENDIDIKAN

Berusia 30 Tahun, SMA Negeri 1 Marisa Buktikan Kualitas Lewat Inovasi

WARTA NEWS – Selain menjadi bulan yang bersejarah bagi bangsa Indonesia, bulan Agustus juga menjadi saksi sejarah atas perjalanan panjang SMA Negeri 1 Marisa.

Betapa tidak, sekolah yang berdiri sejak tanggal 22 Agustus 1990 silam ini, telah memberikan banyak kontribusi terhadap kemajuan pendidikan di Kabupaten Pohuwato.

Selain itu, salah satu sekolah dengan gelar sekolah rujukan di Kabupaten Pohuwato ini, terus melahirkan orang-orang hebat di masing-masing bidang.

Bahkan orang-orang yang saat ini telah duduk di bangku-bangku strategis pemerintahan seperti Bupati Pohuwato, Syarif Mbuinga, Ketua DPRD Pohuwato, Nasir Giasi, dan masih banyak lagi orang-orang hebat yang lahir dari rahim salah satu sekolah favorit di Bumi Panua ini.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, di mana perayaan hari lahirnya dilaksanakan secara meriah dan dilengkapi dengan lomba-lomba akademik maupun non akademik, maka dirgahayu kali ini hanya dilaksanakan secara virtual tanpa mengumpulkan massa dengan jumlah yang banyak.

Namun terlepas dari semua itu, Saiful Hudodoo,S.Pd., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Marisa menyampaikan bahwa, pihaknya akan terus mendorong peserta didik untuk selalu berinovasi.

Sehingga menjadi siswa yang optimis dan mempunyai motivasi yang tinggi untuk mengembangkan potensi-potensi yang ada di SMA Nsgeri 1 Marisa.

“Dengan semangat dirgahayu yang ke-30 ini, kita bisa terus optimis dan punya motivasi yang tinggi dalam mengembangkan kreatifitas dan potensi-potensi yang ada di SMA Negeri 1 Marisa,” ucap Saiful ketika diwawancarai oleh awak media ini pada Sabtu (22/082020).

Sementara itu, Wakasek Bidang Kurikulum, Fadlun Saleh menerangkan, pihaknya terus berupaya agar para tenaga pendidik yang ada terus berupaya dalam meningkatkan mutu dan kualitas siswa, meskipun di tengah pandemi Covid saat ini.

“Di usia yang ke-30, Kita masih berupaya untuk membuat satu media pembelajaran yang bisa diakses seluruh kalangan, baik kalangan atas maupun menengah. Yang tentunya tidak menyulitkan dan tidak membebani para peserta didik.” Pungkasnya. (WN/Awi)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
26
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close