NASIONAL

Beri Penghargaan, Jokowi Redam Fahri-Fadli?

WARTA NEWS – Pemberian penghargaan Bintang Mahaputera Nararya dari Presiden Joko Widodo dalam rangka peringatan HUT Ke-75 Kemerdekaan RI kepada Fahri Hamzah dan Fadli Zon, menuai kontroversi.

Kali ini datang dari Pengamat politik Universitas Gadjah Mada (UGM), Arie Sudjito. Arie menilai, pemberian penghargaan kepada Fahri dan Fadli itu patut dipertanyakan.

Menurutnya, bukan tidak mungkin penghargaan itu diberikan sebagai upaya untuk meredam kritik yang selama ini kerap disampaikan Fahri dan Fadli kepada pemerintahan Jokowi.

“Secara politis pasti ada anggapan untuk meredam kritik,” ujar Arie seperti dilansir CNNIndonesia.com, Selasa (11/8/2020).

Arie tak keberatan jika Fahri dan Fadli, secara prosedural, dianggap memenuhi syarat untuk menerima penghargaan. Namun, menurutnya, syarat prosedural saja tidak cukup jadi dasar memberikan penghargaan. Terlebih tidak ada ukuran atau penilaian yang jelas bagi keduanya untuk menerima Bintang Mahaputra Nararya. 

“Secara moral kultural, apa maknanya penghargaan bintang jasa ini di mata publik. Pemberian bintang jasa ini bukan suatu yang main-main, lho,” katanya.

Untuk itu, Arie meminta Jokowi menjelaskan lebih jauh alasan pemberian penghargaan itu kepada Fahri dan Fadli.

Ia menyebut tanpa penjelasan utuh, wajar bila muncul tudingan pemberian bintang jasa itu bentuk bagi-bagi penghargaan.

“Presiden harus menjelaskan itu, karena penganugerahan bintang jasa itu kan representasi negara. Kalau publik ukurannya beda dengan presiden, ya akan mempersulit presiden sendiri. Akhirnya muncul spekulasi bermacam-macam,” ucap Arie.

Seeblumnya, Menko Polhukam, Mahfud MD, telah menjelaskan bahwa penghargaan kepada duo F itu dilatari jasanya selama menjabat sebagai pimpinan DPR periode 2014-2019.

Menurut Mahfud, penghargaan diberikan karena keduanya telah purna tugas dari jabatan pimpinan DPR tersebut. Meski kerap mengkritik, pemberian penghargaan itu tetap diberikan karena keduanya dianggap memenuhi syarat.

Bintang Mahaputra Nararya merupakan penghargaan sipil tahunan yang diberikan negara kepada orang yang dianggap berjasa.

Sesuai ketentuan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Jasa, dan Tanda Kehormatan, untuk memperoleh tanda kehormatan ini seseorang harus memenuhi syarat, di antaranya berjasa luar biasa di berbagai bidang untuk kemajuan, kesejahteraan, kemakmuran, dan pengabdian serta pengorbanan di bidang sosial, politik, ekonomi, hukum, budaya, ilmu pengetahuan, teknologi, dan bidang lainnya. (*)

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
24
HASTAG

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close